Apa Itu Earning Per Share (EPS) atau Laba per Saham?
Halo semuanya,
Jumpa lagi dengan Ratih di Mommy Belluga Investing. Hari ini kita akan membicarakan soal EPS, earning per share atau dalam Bahasa Indonesia, Laba per saham.
Disclaimer ya, ini post ini posting blog amatir dengan riset amatir. Tujuannya buat mendokumentasikan penjalanan saya untuk belajar mengenai investasi saham dari awal. Kalau ada yang punya masukan, silakan tulis di komen. Apa yang saya kemukanan di blog ini jangan dianggap sebagai nasehat keuangan. Situasi saya mungkin berbeda dengan teman – teman, dan saya juga baru belajar.
Earning per share atau EPS dalam Bahasa Indonesia adalah Laba per saham. Dihitung dengan cara membagi Laba total dengan jumlah saham yang beredar. Laba per saham ini saya pakai sebagai ukuran seberapa menguntungkan perusahaan ini. Logikanya, makin besar EPS-nya, perusahaannya makin bagus.
Bagaimana saya menilai perusahaan dengan menggunakan EPS?
Ada 2 cara:
dengan membandingkan perolehan EPS suatu perusahaan dari tahun ke tahun.
dengan mengadu EPS satu perusahaan dengan saingannya
EPS Indofood CBP 2011-2019
Okay, studi kasus. Mari kita pelajari EPS-nya Indofood ICBP. Perusahaan yang sedang saya incar untuk dibeli setelah punya cukup dana.
Ini grafik Earning per Share atau Laba per saham Indofood CBP dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2019. Kita lihat di Laba per saham Indofood meningkat secara teratur dari tahun 2011.
EPS Indofood CBP vs Mayora 2011-2019
Ini grafik Earning per Share atau Laba per saham Indofood CBP dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2019 dibandingkan dengan Laba per saham perusahaan saingannya, Mayora dari tahun 2012 sampai dengan 2019. Data ini disarikan dari Laporan Keuangan masing – masing perusahaan. Sayangnya, kita hanya punya akses untuk mayora dari tahun 2012.
Catatan ya, saingan sebenarnya dari Indofood itu lebih tepatnya adalah Wings Group ya, produsen Mie sedap. Menurut analisis dari CDMI Consulting Research, Mie Sedap mulai bersaing ketat dengan Indomie.
Bahkan penjualannya mulai mengalahkan brand Indofood CBP lainnya seperti Supermie, Sarimie, dan Pop Mie. Ini berdasarkan penelitian dari CDMI Consulting Research antara tahun 2014 sampai dengan 2018.
Sayangnya Wings group adalah private company, dan data keuangannya tidak tersedia secara public, jadinya gak bisa membandingkan. Mayora saya pilih karena dari segi pasar dan produk agak dekat dengan ICBP. Mayora memproduksi bengbeng dan snack2 beken lainnya seperti choki – choki. Dan ada produk mie juga, yang bersaing dengan pop mie dari Indofood CBP, yaitu mie gelas.
Di grafik di atas, kita bisa melihat kalau Laba per sahan Mayora juga meningkat secara teratur, walau angkanya masih jauh di bawah Indofood CBP.
Di tahun 2012, Laba per saham Indofood sudah hampir mencapai 200 rupiah per saham, sementara Mayora di tahun 2019 belum juga mencapai 100 rupiah per saham. Jadinya jauh di bawah Indofood. Tapi sama – sama naik secara teratur.
Kita ringkas ya, Earning per share atau EPS dalam Bahasa Indonesia adalah Laba per saham.Dihitung dengan cara membagi Laba total dengan jumlah saham yang beredar. Laba per saham ini saya pakai sebagai ukuran seberapa menguntungkan perusahaan ini. Logikanya, makin besar EPS-nya, perusahaannya makin bagus.
Jadi kesimpulan post kita kali ini, laba saham Indofood CBP meningkat stabil. Dan labanya jauh di atas kompetitornya Mayora. Kali ini kita membahas satu Mayora. Lain kali mungkin kita bisa bandingkan dengan competitor lainnya.
Terima kasih banyak sudah membaca, ikutin terus perjalanan saya untuk belajar investasi, ya. Sampai ketemu di postingan selanjutnya.
Halo semuanya, jumpa lagi dengan saya Ratih, di Mommy Belluga Investing. Kali ini saya akan melakukan bagi portfolio saya. Tujuannya: Sebagai dokumentasi perjalanan saya berinvestasi Agar, mengumpulkan saran2 dan tips-tips dari master-master investor di kebetulan membaca blog ini. Ini saya jujur2an, saya berharap semoga nanti portfolio ini terus berkembang. Versi video dari blog ini, "Bedah Portfolio Saham 1 (Bonus Perbandingan dengan Reksadana Index)" bisa diakses di YouTube: https://youtu.be/hUN85QmkF3A Portfolio Jadi, singkat cerita, di atas ini penampakan portfolio saya, sampai dengan 19 November 2020, yaitu saat blog ini disiapkan. Portfolio vs Biaya Saya plot di grafik di bawah: Garis merah dan tebal itu adalah portfolio saya Garis biru adalah biaya yang saya keluarkan. Jadi kalo portfolio saya diatas garis biru, berarti saya masih untung, kalo dibawah, saya rugi. Kalo dilihat di awal-awal saya beli saham, nilai portfolio saya di bawah biaya. Tapi karena saya belinya, ...
Halo semuanya, kembali lagi bersama saya Ratih di Mommy Belluga Investing. Kali ini saya akan bahas dua saham yang sering muncul di timeline saya. Kebetulan kedua kode saham ini mulai dengan huruf U, yaitu: Unilever Indonesia dengan kode UNVR, United Tractors dengan kode UNTR. Secara ringkas, saya rasa kedua saham ini memiliki kinerja yang bagus, yaitu: Mereka tidak pernah merugi 10 tahun terakhir, Mereka rajin membagikan dividen, Tapi ada dua hal yang bikin saya berpikir dua kali untuk kedua saham-saham ini: Harga UNTR yang di atas kemampuan budget saya, jadi saya harus benar – benar yakin dulu. UNVR atau Unilever konsisten membagikan hampir seluruh labanya sebagai dividen, yang membuat saya merasa ini perusahaan ga akan berkembang. Bagaimana saya sampai ke kesimpulan di atas, ikuti terus analisa saya di posting saya kali ini: Ohya, jangan lupa subscribe dan like ya, supaya saya lebih bersemangat lagi untuk membuat konten – konten seperti ini. Subscribe ke...
Halo semuanya, jumpa lagi di Mommy Belluga Investing. Di blog sebelumnya saya sempat menyebut bahwa tidak semua pendapatan perusahaan dibagi ke pemilik/pemegang saham. Bagian yang di bagikan itu disebut sebagai dividen. Hari ini kita akan membicarakan soal Dividen. Apa itu dividen? Seperti sebelumnya, saya akan membagi pengertian sederhana dari dividen, apa arti dividen bagi saya saat ini, dan kita akan studi kasus; membandingan perolehan dividen dua perusahaan. Kali ini dua perusahaan itu adalah BRI dan PT Bank Rakyat Indonesia atau kode sahamnya BBRI & Telkom, PT Telkom Indonesia atau kode sahamnya TLKM. Disclaimer ya, ini blog amatir dengan riset amatir, tujuannya buat mendokumentasikan penjalanan saya untuk belajar mengenai investasi saham dari awal. Kalau ada yang punya masukan, silakan tulis di komentar. Apa yang saya kemukanan di blog ini jangan dianggap sebagai nasehat keuangan. Saya rencanany...
Comments
Post a Comment